Aku pernah menoleh, berjalan tersaruk-saruk mengikuti jejak yang pernah kubuat. Aku ingin kembali pada masa lalu. Kembali pada masa yang 'menurutku' indah.
Aku pernah berjalan tegak meninggalkan masa lalu, meski pada akhirnya harus mengakui bahwa aku masih tidak bersedia meninggalkan masa itu. Aku menghela napas berat ketika akhirnya harus mengaku bahwa aku masih tidak ingin beranjak dari masa lalu.
35 bulan bukanlah waktu yang singkat, meski bukan waktu yang panjang. Aku menunggu. Rasanya benar apa kata orang, menunggu adalah hal yang sangat membosankan. Aku pernah bosan, pernah lari. Tapi aku tetap kembali. Dan aku tidak menyesalinya.
Aku menghitung mundur dari angka 35. Yang kudapatkan hanya sebuah penantian. Tanpa jawaban. Lalu muncul pertanyaan. Dan lagi-lagi, tidak ada jawabannya.