Rabu, 22 Agustus 2012

Untuk 32 bulan yang tak kunjung padam


Ambisi kubilang?
Ya, itu ambisi. Ambisi yang begitu kuat.
Aku pernah mencintaimu. Pernah begitu mencintaimu hingga rasanya aku sangat bahagia.
Kemudian aku mencintaimu lagi. Sampai rasanya sangat menyiksa, mungkin menyakitkan.
Lalu aku mencintaimu lagi. Rasanya tidak pernah sama seperti saat pertama.
Dan aku mencintaimu lagi. Hingga tak tahu lagi seperti apa rasanya.
Berikutnya aku mencintaimu lagi. Dan rasanya menenangkan.

Minggu, 12 Agustus 2012

Dari Rindu itu Aku Tersenyum

Entah berapa malam yang lalu aku menemukan diriku terpaku di jendela sambil memanggul rindu. Menerawang aku menatap angkasa. Menemukan kumpulan-kumpulan awan putih di birunya langit. Sambil tersenyum, aku berpikir untuk menghitung jumlah gumpalan rindu yang menggantung itu.

Bermalam-malam kemudian aku kembali duduk termangu menatap pekatnya malam. Ada bulat bulan di angkasa sana. Cahayanya seperti diliputi misteri, dikelilingi keperakan sinarnya. Bintang-bintang muncul seperti kerlingan mata yang sedang berbahagia.