Ambisi kubilang?
Ya, itu ambisi. Ambisi yang begitu kuat.
Aku pernah mencintaimu. Pernah begitu mencintaimu
hingga rasanya aku sangat bahagia.
Kemudian aku mencintaimu lagi. Sampai rasanya
sangat menyiksa, mungkin menyakitkan.
Lalu aku mencintaimu lagi. Rasanya tidak pernah
sama seperti saat pertama.
Dan aku mencintaimu lagi. Hingga tak tahu lagi
seperti apa rasanya.
Berikutnya aku mencintaimu lagi. Dan rasanya
menenangkan.